Minat Studi Agroekoteknologi
Agronomi
Agronomi adalah sistem pertanian yang mengedepankan pada budidaya tanaman pangan, dimana pada sistem ini menggabungkan jenis-jenis paket teknologi dari sederhana sampai moderen, mulai dari pemilihan benih, jarak tanam, rotasi tanaman, irigasi dan drainase, pengendalian hama dan gulma. Agronomi mengedepankan terhadap peningkatan hasil produksi pertanian dengan berbagai macam sistem pemilihan budidaya. Di fakultas pertanian unram khususnya prodi Agroekoteknologi dengan peminatan agronomi, lebih banyak masih berkutat seputaran tentang budidaya tanaman pangan, dengan topik padi, kacang-kacangan, jagung dan ubi serta tanaman sereal. Sedamgkan paket teknologi modern belum terlalu diteliti seperti perbanyakan tanaman secara teknik kultur jaringan karena masih belum mampu ditunjang dari segi fasilitas. Berbicara tentang agronomi sebenarnya tidak hanya berfokus pada tanaman pangan, tapi juga berfokus terhadap tanaman industri dan perkebunan, seperti tanaman kopi, karet, cengkeh, kelapa sawit, tembakau dan tanaman palawija. Keterbatasan teknologi disini membuat sebagian mahasiswa berpikir bahwa minat agronomi hanya berkutat di sistem budidaya tanaman pangan saja. Agronomi mengedepankan pada prinsip pertanian yang berkelanjutan dengan menjaga input dan output hasil produksi yang tetap setabil setiapkali produksi, dimana tetap memperhatikan aspek-aspek ekologi supaya tetap terjaga demi keberlangsungan hasil pertanian. Yang perlu dicatat tentang agronomi adalah mempelajari pada sistem budidayanya bukan objeknya, kebanyakan mahasiswa berpikir hanya pada objek tanaman pangan saja (Ihsan, 2019).
Hama dan Penyakit Tanaman
Hama adalah makhluk hidup yang dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis pada dunia pertanian, sedangkan penyakit merupakan suatu rangkain gejala yang diakibatkan oleh pathogen (penyebab penyakit) yang dapat merugikan secara ekonomis pada tanaman. Minat hama dan penyakit tanaman terkhususnya hama saat ini merupakan salah satu momok yang sangat ditakuti oleh petani, karena serangannya mampu memyebabkan gagal panen. Berbicara masalah hama tidak akan habisnya, karena setiap saat hama selalu berevolusi dan berkembang menjadi lebih survive serta banyak mucul hama-hama baru pada dunia pertanian. Penelitian dibidang hama sangat luas dan tidak akan habisnya untuk diteliti, salah satu keinginan terbesar saya juga meneliti tentang serangan gejala wereng hijau pada tanaman padi karena ini sangat mersahkan petani, dimana pada tahun 2016 serangan hama ini menyebabkan gagal panen di daerah sakra timur, dimana daya serangan sangat ganas dalam waktu 2-6 hari, tanaman padi yang sudah memasuki fase masak susu harus menguning dan kering dan selanjutnya mati. Yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa hama sangat berpotensi untuk menyebabkan gagal panen pda segala macam bidang budidaya tanaman, baik horti ataupun perkebunan serta tanaman pangan. Sehingga orang-orang yang terjun dalam bidang ini saya berharap mampu memberikan solusi dalam bidang pertanian baik dari segi cara pengendalian dan meminimalisir penggunaan pestisida organik sintetik yang dapat membunuh musuh alami, sedangkan penyakit saya tidak bisa menjabarkan terlalu jauh karena kapasitas keilmuan yang saya miliki belum mampu untuk menguraikanya. Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia hama adalah orang-orang kreatif, karena bagi saya pribadi orang yang meneliti hama dituntut untuk trus berinovasi menemukan hama baru dan cara mengendalikanya. Saat ini sudah mulai banyak yang meneliti tentang penyebaran hama-hama baru dan itu perlu ditingkatkan guna memberikan informasi kepada petani, pemerintah untuk meberikan solusi bagi petani. (Ihsan, 2019).
Pemuliaan Tanaman
Pemuliaan tanaman merupakan sebuah minat di Prodi agroekoteknologi yang berfokus pada cara bagaimana untuk menghasilkan tanaman/varietas unggul melalui cara-cara konvensional maupun modern. Cara konvensional disini berupa persilangan biasa (penyerbukan tanaman), sedangkan secara modern dapat berupa pemanfaatan teknologi seperti kultur invitro ( kultur jaringan, kultur sel, kultur protoplast, dll), rekayasa genetika, teknik clonning gen, dll. Pada intinya, pemuliaan tanaman berkaitan dengan bagaimana mengotak-atik gen tanaman untuk menghasilkan tanaman baru ( Mala, 2019).
Orang-orang yang berkecimpung di bidang pemuliaan tanaman harus memiliki jiwa yang ulet dan tekun serta telaten, karena untuk menciptakan suatu varietas tanaman yang unggul butuh waktu yang lama untuk menguji hasilnya dan mendapatkan sifat unggul yang baru. Yang masuk minat pemuliaan tanaman harus ekstra sabar karena sering mengalami kegagalan dalam melakukan penyilangan (Ihsan, 2019).
Hortikultura
Hortikultura adalah sistem budidaya yang hanya berfokus pada tanaman sayur, tanaman buah, tanaman obat dan tanaman khias. Minat hortikultura saat ini sangat digandrungi oleh kaum muda sebagai salah satu usaha yang dikembangkan terutama pada tanaman sayur. Selain itu minat hortikultura saat ini sangat berkembang pesat dalam kemajuan agroekowisata dan industri dimana menggabungkan tanaman horti dengan wisata sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Orang yang berkecimpung dibidang hortikultura dipersiapkan untuk mampu berdaya saing dalam dunia industri prkebunan buah, sayur, khias dan obat-obatan. Selain itu juga orang-orang hortikultura dituntut untuk menyiapkan produk hasil pertanian yang segar dengan mempelajari pengelolaan pasca panen dengan tujuan agar terjaga hasil-hasil produksi pertanian. Di prodi agroekoteknologi fakultas pertanian unram akan dipelajari segala hal tentang produk hortikultura dan pengolahan pasca panen (Ihsan, 2019)